Rabu, 22 Februari 2017

Keelokan Pura Uluwatu di Ujung Tebing


Pulau Bali merupakan pulau yang mendapat julukan Pulau Seribu Pura. Banyak sekali tempat ibadah untuk orang yang beragama hindu disini. Namun, beberapa diantaranya ternyata juga dapat menarik perhatian para wisatawan. Salah satunya adalah Pura Luhur Uluwatu. Pura tersebut terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Pura ini terletak di ujung Bara Daya Pulau Dewata. Pura ini juga merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan.
Pada mulanya, Pura Uluwatu digunakan sebagai tempat memuja seorang pendeta suci yang berasal dari abad ke -11 yang bernama Empu Kuturan. Beliau menurunkan ajaran Desa Adat beserta segala aturannya. Selain itu, pura ini juga digunakan untuk memuju pendeta suci yang berikutnya, yaitu Dang Hyang Niratha.
Pura Uluwatu berdiri dengan kokohnya di ujung tebing yang sangat curam dengan ketinggian 97 meter. Pura ini terlihat seperti bertengger di atas tebing yang menjorok ke laut. Tentunya ketika berada di pura ini, para wisatawan akan dapat melihat pemandagan laut lepas yang sangat menenangkan dan indah. Di sekitar lokai pura ini juga terdapat hutan kecil yang didiami oleh ratusan monyet. Oleh karena itu, sangat disarankan apabila berkunjung ke pura ini, pengunjung harus benar - benar menjaga barang bawaanya, karena monyet disini suka sekali menjaili.
Sebagai objek wisata, Pura Uluwatu tentunya menawarkan kegiatan ataupun pertunjukan. Biasanya, setiap sore menjelang hingga matahari terbenam terdapat pertunjukan tarian Kecak khas Bali dengan latar belakang matahari terbenam yang sangat indah.
Menurut sejarah dari masyarakat lokal, Pura Uluwatu pertama kali dibangun oleh seorang pendeta hindu yang berasal dari Pulau Jawa. Pendeta tersebut bernama Empu Kuturan. Terdapat perbedaan pendapat yang berbeda mengenai sejarah berdirinya pura ini. Pendapat pertama mengatakan apabila pura ini didirikan oleh Empu Kuturan pada sekitar abad ke-9, yaitu ketika masa pemerintahan Marakata. Pendapat kedua mengatakan apabila terdapat hubungan yang saling terkait antara pembangunan Pura Uluwatu degan Dyang Hyang Nirartha, yaitu seorang pendeta yang berasal dari Kerajaan Daha Kediri yang berada di Jawa Timur.
Dyang Hyang Nirartha datang ke Bali sekitar tahun 1546 masehi, yaitu pada saat masa pemerintahan Dalem Waturenggong. Pendata tersebut kemudia mendirikan Pura Uluwatu di Bukit Pecatu. Setelah itu, pendeta tersebut melakukan perjalanan spiritual dengan berkeliling di Pulau Dewata dan kembali lagi ke Pura Uluwatu. Di pura inilah, sang pendeta meninggalkan dunia dan menuju ke surga atau jika dalam bahasa Bali adalah moksa marcapada swargaloka.

Pada hari Anggara Kasih yaitu wuku Medangsia dalam penanggalan Saka, selalu diadakan upacara atau piodalan sebagai peringatan hari jadi Pura Uluwatu. Biasanya, upacara adat tersebut berlangsung selama 3 hari berturut - turut dan diikuti oleh ribuan umat Hindu.

Selasa, 21 Februari 2017

Keindahan Alam di Goa Gajah Bali


Terdapat banyak sekali tempat wisata di Bali yang terkenal hingga ke dunia internasional, walaupun kebanyakan adalah wisata pantai, akan tetapi terdapat pula wisata goa yang juga sering kali disinggahi oleh wisatawan asing. Tempat wisata tersebut bernama Goa Gajah. Goa ini terletak di Ubud. Hampir setiap hari, tempat wisata ini tidak pernah sepi akan pengunjung atau wisatawan. Lantas apa yang menjadi daya tarik dari salah objek wisata di Bali ini? Simak lebih lanjut artikel ini.
Goa Gajah Ubud terletak di bagian barat Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Apabila dari Kota Denpasar, maka kurang lebih 26 km. Goa ini berada di tepi jurang dan terdapat pertemuan dari sungai kecil di desa tersebut. Nama dari goa ini diduga berasal dari kata ‘Lwa Gajah’ yang memiliki arti wihara tempat pemujaan para Bhiksu. Terdapat nama tersebut pada kitab negarakertagama yang dibuat oleh Mpu Pranpanca pada sekitar tahun 1365 masehi. Lwa yang berarti sungai, maka dapat disimpulkan bahwa ini merupakan tempat pertapaan yang terletak di tepi sungai.
Untuk menuju ke Goa Gajah, wisatawan terlebih dahulu harus menuruni tangga. Memang memerlukan sedikit tenaga, tetapi tidak akan mengecewakan karena tempat ini dikelilingi oleh pepohonan yang tumbuh dengan hijau dan rindangnya, sehingga membuat suasanya menjadi sejuk dan asri.
Menurut penuturan petugas yang menjaga Goa Gajah, pepohonan yang berada di sini telah tumbuh ratusan tahun yang lalu. Seluruh area dari tempat wisata terkenal di Bali ini dapat dilihat dari tangga ketika menuruni goa ini. Sesampainya di lokasi, wisatawan akan disambut dengan suara gemericik air yang mengalir dari pancuran arca. Di sekitar area wisata ini juga dapat ditemukan beberapa bebatuan bekas bangunan yang dulunya hancur akibat gempa. Sedangkan lokasi dari Goa Gajah terletak dekat dengan pancuran air dari arca tersebut.
Pintu masuk dari Goa Gajah Ubud hanya cukup untuk satu orang. Di bagian luar goa terdapat ukiran - ukiran dan dua buat patung penjaga. Bagian dalam goa memiliki bentuk menyerupai huruf T dengan tinggi kurang lebih dua meter dan lebar dua meter. Bagian kiri dan kanan dari lorong gua juga terdapat ceruk yang mungkin dulunya digunakan sebagai tempat bertapa. Akan tetapi, saat ini wisatawan bebas duduk maupun berbaring di tempat tersebut. Bagian ujung Barat lorong goa terdapat Arca Ganesha dan di bagian Timur terdapat tiga lingga.

Di sekitar Goa Gajah Ubud juga terdapat patung petertirtaan (tirta berarti air) dengan tujuh patung widyadara - widyadari yang sedang memegang air suci. Total patung tersebut ada tujuh buah yang menandakan tujuh sungai yang ada di India.

Senin, 20 Februari 2017

Kemegahan Candi Borobudur yang Tak Lekang oleh Waktu


Candi Borobudur merupakan candi yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Tepatnya di Jalan Badrawati, Magelang. Tentunya setiap orang indonesia pasti telah mengetahui kemegahan candi ini. Candi ini disebut juga sebagai kompleks candi Buddha terbesar di Indonesia, bahkan juga menjadi candi terbesar di dunia. Candi ini pernah menjadi salah satu bagian dari 7 keajaiban dunia, namun karena sering dilakukan renovasi sehingga gelar tersebut dicabut. UNESCO menetapkan candi ini sebagai warisan dunia pada tahun 1991. Candi ini menjadi salah satu tempat wisata yang banyak menarik perhatian wisatawan baik lokal maupun asing.
Candi Borobudur ini memiliki ukuran 123 x 123 meter persegi. Candi ini memiliki 10 tingkat. Bahan penyusun dari candi ini terdiri dari balok vulkanik. Di candi ini terdapat 504 arca, 72 stupa dan sebuah stupa induk yang berukuran cukup besar yang berada di puncaknya. Keunikan dari candi terletak pada balok - balok yang tersusun tanpa menggunakan alat perekat. Oleh karena itu, dapat dibiland candi ini bagaikan tumpukan lego raksasa.
Dinding - dinding Candi Borobudur dihiasi kurang lebih 1.460 panel relief dengan panjang masing - masing panel adalah 2 meter. Setiap panel menceritakan mengenai tingkatan kehidupan dari seorang Buddhist. Relief yang berada di bagian bawah candi disebut dengan ‘Kamadathu’. Relief tersebut menceritakan mengenai perilaku buruk manusa yang dikuasai oleh nafsu dunia sehingga membuatnya masuk neraka. Kemudian relief yang berada di bagian tengah disebut dengan ‘Rapadathu’. Reilef tersebut menceritakan mengenai manusia yang telah terbebas dari nafsu dunia dan relief paling atas disebut ‘Arupadathu’ yaitu relief yang menceritakan tingkatan pencapaian paling atas yang dimana tempat para dewa tinggal.
Menurut para arkeolog, ternyata masih terdapat relief lagi yang berada di paling bawah yang saat ini masih terkubur. Nama dari relief tersebut adalah ‘Karmawibhangga’. Relief ini menceritakan mengenai tingkatan terbawah dari manusia. Relief ini menggambarakan mengenai perilaku paling buruk dari manusia yang senantiasa menuruti hawa nafsunya, seperti memperkosa, menggosip, dan membunuh. Bahkan di panel relief paling bawah ini terdapat gambar hubungan suami istri. Oleh karena itu, relief ini dibiarkan terkubur. Selain itu, upaya penguburan bagian bawah Candi Borobudur juga dilakukan agar candi tetap berdiri dengan tagak dan kokoh.
Di Candi Borobudur para wisatawan dapat melakukan berbagai kegiatan, seperti mempelajari seni sastra dan budaya, mempelajari sejarah, mempelajari jalan cerita pada relief, berfoto, berburu souvenir, menyusuri seluruh bagian candi dan berkeliling di sekitar kompleks candi.
Harga tiket masuk dari Candi Borobudur untuk orang dewasa WNI adalah Rp. 30.000 dan untuk WNA adalah 15 USD atau setara dengan Rp. 195.000. Untuk anak - anak WNI adalah Rp. 12.500 dan untuk WNA adalah 8 USD atau setara dengan Rp. 104.000.

Sabtu, 18 Februari 2017

Lawang Sewu Semarang yang Melegenda


Lawang Sewu merupakan sebuah bangunan peninggalan Belanda yang didirikan pada tahun 1904. Pada mulanya, bangunan kuno ini digunakan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api yang pada saat ini lebih dikenal dengan trem Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NISN). Gedung ini merupakan karya seorang arsitek Belanda yang terkenal. Nama dari arsitek tersebut adalah Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J. Queendag.
Lawang Sewu terletak di sebelah Timur Tugu Muda atau di sudut Jalan Pandanaran dan Jalan Pemuda. Bangunan ini disebut Lawang Sewu karena memiliki pintu yang sangat banyak. Nama dari bangunan ini diambil dari bahasa jawa, lawang yang berarti pintu dan sewu yang berarti 1.000. Jadi bangunan ini bisa disebut juga sebagai banguna seribu pintu. Akan tetapi nama dan kenyataanya sangat berbeda, karena bangunan ini tidak memiliki pintu sebanyak namanya. Bangunan kuno ini juga memiliki jendela yang banyak dan juga cukup besar, sehingga masyarakat juga sering menganggap jendela ini sebagai pintu. Mungkin jika pintu dan jendela ini benar - benar dihitung, tetap saja jumlahnya tidak mungkin sampai 1.000.
Bangunan utama dari Lawang Sewu berupa tiga lantai bangunan, memiliki dua sayap yang membentang ke bagian kanan dan kiri. Jika pengunjung memasuki bangunan utama, maka akan menemukan tangga besar untuk menuju ke lantai dua. Di antara tangga itu, terdapat kaca besar yang menampilkan gambar dua wanita mudah Belanda yang terbuat dari gelas. Semua bagian dari bangunan kuno ini mengadapsi gaya arsitekstur khas Belanda. Dengan keeksotisa dan keindahan yang dimiliki oleh bangunan kuno ini membuatnya selalu ramai oleh pengunjung. Selain itu, bangunan ini juga sering digunakan sebagai salah satu tempat untuk foto pre-wedding.
Lawang Sewu ini pernah diperbarui, karena memang sangat lama tidak terurus. Pembaharuan atau pemugaran ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan berakhir pada bulan Juni 2011. Setelah pemugaran selesai, barulah bangunan kuno ini resmbi dibuka kembali pada 5 Juli 2011 oleh Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono dan dilanjutkan dengan acara Pameran Kriya Unggulan Nusantara yang menampilkan beragam produk tradisional yang ada di Nusantara.

Banyak sekali orang yang penasaran mengenai jumlah pintu yang dimiliki oleh Lawang Sewu. Jumlah pintu yang dimiliki oleh bangunan kuno ini hanya mencapai 342 buah saja. Sedangkan menurut sumber yang lebih terpercaya yaitu seorang pemandu wisata, bangunan kuni ini memiliki jumlah pintu sebanyak 429 buah, dengan daun pintu sebanyak 1.200. Pintu - pintu di bangunan ini tidak semuanya memiliki 2 daun pintu, melainkan juga terdapat sebagian pintu yang menggunakan 4 daun pintu, yaitu 2 daun pintu berjenis ayun dan 2 daun pintu berjenis geser.

Jumat, 17 Februari 2017

Melihat Beragam Koleksi Wayang di Museum Wayang Jakarta


Museum bisa saja menjadi tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi, apalagi jika berisikan budaya dari negeri tercinta. Mencintai budaya dalam negeri merupakan kewajiban dari setiap warga negara. Di negara manapun, budaya merupakan warisan nenek moyang yang harus tetap dilestarikan. Budaya juga bisa menjadi simbol dari suatu bangsa. Setiap bangsa yang mencintai budayanya maka bangsa tersebut merupakan bangsa yang cinta terhadap negaranya. Salah satunya budaya yang dimiliki Indonesia yang saat ini masih tetap lestari adalah wayang.
Terdapat salah satu museum yang menyajikan semua hal mengenai wayang. Museum Wayang Jakarta adalah namanya. Museum ini berbentuk bangunan tua yang berada di  sekitar Taman Fatahillah, tepat di Jl. Pintu Besar Utara 27, Kota Tua, Jakarta Barat. Museum ini berjarakan hanya beberapa meter dari Museum Sejarah Jakarta atau masyarakat lebih mengenalnya dengan Museum Fatahillah.
Dahulu, gedung yang ditempati Museum Wayang merupakan gedung yang bernama De Oude Hollandsche Kerek atau Dutch Old Church atau Gereja Belanda Kuno yang dibangun pada tahun 1640. Pada tahun 1732, gedung tersebut direnovasi dan namanya pun juga berubah menjadi Di Nieuwe Hollandse Kerk atau Dutch New Church atau Gereja Belanda Baru. Pada tahun 1808 gedung ini mengalami kerusakan akibat gempa. Baru pada tahun 1912, bangunan baru didirikan di atas reruntuhan bangunan lam dan di alih fungsikan menajdi Museum Batavia yang secara resmi dibuka pada tanggal 22 Desember 1939 oleh seorang Gubernur Jenderal Belanda yang terkahir. Nama dari Gubernur Belanda tersebut adalah Jonkheer Meester Aldius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborg Stachouwer.
Di Museum Wayang ini terdapat beberapa prasasti antara lain prasasti yang menandai makam sang penakluk Batavia pada tahun 1619 yaitu Jan Pieterszoon Coen yang dapat dijumpai di lantai dasar dan beberapa prasasti lainnya yang menempel di dinding yang terletak berseberangan dengan prasasti makam sang penakluk Batavia.
Di ruangan Museum Wayang juga dapat dijumpai boneka Punch and Jody yang berasal dan dibuat di Inggris pada tahun 1971. Selain itu, terdapat pula Boneka Guignol dan boneka yang dapat digerakkan dengan tali yang berasal dari Perancis, serta boneka dari India.
Museum Wayang ini resmi didirikan pada 13 Agustus 1975 oleh Ali Sadikin yang saat ini tengah menjabat sebagai Gubernur Jakarta. Museum ini memiliki koleksi wayang sebanyak 4.000 buah dan juga beberapa boneka yang berasal dari luar negeri. Beberapa koleksi wayang atau boneka dari luar negeri diantaranya berasal dari Kolombia, Vietnam, Cina, Suriname, Belanda, Malaysia, Thailand dan Suriname.

Di Museum Wayang Jakarta terdapat koleksi wayang dari berbagai kota di Indonesia antara lain Kedu, Kaper, Banyumas, Gedog, Kijang kenjacana, Wahyu, Ukur, Tejokusuman, Sasak, Suluh, Surakarta, Ngabean, Sadat, dan Madia Krucil. Selain itu, terdapat pula beberapa koleksi alat musik tradisional seperti gamelan. Ada pula topeng, peta, dokumen dan foto - foto tua.

Kamis, 16 Februari 2017

Melihat Hasil Seni yang Mempesona di Museum Neka (Neka Art Museum)


Neka Art Museum atau Museum Neka merupakan sebuah galeri dan museum yang didirikan oleh pencinta seni dari Bali yang bernama Wayan Suteja Neka. Museum ini dibangun pada tahun 1976 dan diresmsikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1982.
Di dalam Musem Neka terdapat beragam koleksi lukisan dan patung yang dipajang di enam bangunan yang berbeda dengan nuansa Bali yang khas. Museum ini terletak di Jalan Raya Campuhan yang berada di Desa Kedewataan yakni di sebelah Barat Laut Ubud.
Enam bangunan yang berada di Museum Neka memiliki beragam koleksi yang cukup banyak seperti lukisan, patung, dan keris Bali. Keris yang ada di sini merupakan barang pribadi Wayan Suteja Neka yang juga menjadi generasi penerus pande besi Bali. Seluruh bangunan di sini dibuat sedikimikan rupa dan diatur tata letaknya sesuai dengan arsitektur khas Bali.
Bangunan utama dari Museum Neka terdiri dari empat bagian ruang pameran. Ruang pameran A berisikan lukisan khas Bali dengan gaya klasik wayang Kamasan yang menceritakan cerita Ramayana dan Mahabarata serta lukisan yang menceritakan mitos dan legenda dari Jawa dan Bali.
Ruang pameran B dan C dari Museum Neka berisikan lukisan dengan gaya yang dipengaruhi oleh aliran Barat yang dikembangan pada tahun 1920 di Ubud, setelah itu gaya lukisan tersebut dikenal menjadi lukisan gaya Ubud.
Pengaruh gaya lukisan Barat tersebut dibawah oleh seorang seniman Jerman yang bernama Walter Spies dan seniman Belanda yang bernama Rudolf Bonnet. Kedua seniman tersebut mengenalkan teknik lukisan mereka di bayangan, pencahayaan, perspektif dan anatomi dari subjek lukisan. Sedangkan di ruang Pameran D berisikan dengan lukisan bergaya Batuan yang berasal dari desa.
Pada bangunan kedua dari Musuem Neka ditujukan untuk paviliun Arie Smit yaitu seorang pria Indonesia yang lahir di Belanda kemudian tinggal di Bali. Nama lengkap pelukis tersebut adalah Adrianus Wilhelmus (Arie) Smit. Paviliun seni itu dibuat berdasarkan kekaguman dari seniman Neka kepada Arie sebagai seseorang yang turut mengembangkan seni di Ubud.
Pada bangunan ketiga merupakan bangunan yang berisikan karya fotografi. Di sini, pengunjung dapat menjumpai berbagai macam foto hitam dan putih terutama yang diambil oleh orang Amerika yang bernama Robert Koke yang datang pada tahun 1930. Dia merupakan sala satu ekpatriat yang paling awal datang di Bali.
Di bangunan keempat merupakan paviliun Lempad yang tujukan untuk menghormati pematung dan artsteik dari Bali yang bernama Gusti Nyoman Lempad. Lempad dikenal sebagai seniman Bali dengan kemampuan gaya melukis yang unik. Tema yang diangkat oleh seniman ini adalah legenda local dan rural kehidupan desa di Bali.
Bangunan kelima merupakan tempat karya sendi kontemporer dan modern dari Indonesia yang terbagi menjadi 5 ruang pameran. Dan bangunan keenam berisikan lukisan dengan gaya Barat dan Timur. Di lantai dua-nya, didedikasikan sebagai tempat untuk mendedikasikan hasil kerja seniman terkenal yang berasal dari Indonesia dan Internasional.

Rabu, 15 Februari 2017

Mengintip Keindahan Istana Maimun


Medan memiliki sebuah istana yang sangat indah. Istana tersebut bernama Istana Maimun. Istana ini memiliki arsitektur yang kental dengan sejarah dan menawan serta menarik untuk dipandang. Istana ini merupakan salah satu istana terindah yang dimiliki Indonesia. Istana ini terletak di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sukaraja.
Arsitektur dari Istana Maimun digadang - gadang sebagai arsitektur istana yang terindah di Indonesia. Arsitektur yang dimiliki oleh istana ini sangat unik, karena terdapat perpaduan beberapa unsur kebudayaan Melayu dengan gaya Timur Tengah atau Islam, India, Italia dan Spanyol.
Menurut sejarah, Istana Maimun adalah peninggalan Kerajaan Deli yang didirikan oleh Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa Alamsyah, yaitu keturunan ke sembilan dari Kesultanan Deli. Istana dengan arsitektur yang indah ini dibangun pada 26 Agustus 1888 dan diresmikan pada 18 Mei 1891.
Istana Maimun memiliki warna yang dominan kuning. Warna tersebut melambangkan warna melayu dan warna kebesaran Kerajaan Deli di Sumatera Utara. Untuk pengaruh dari Eropa sangat terlihat pada ornamen lampu, lemari, meja, kursi, dan pintu dorong. Selain itu, seluruh pintu dan jendela yang ada di istana ini juga mengikuto gaya bangunan Eropa yaitu sangat lebar.
Pengaruh dari Timur Tengah atau Islam sangat kental terasa dari lengkungan atau arcade yang berada di bagian atap, yakni menyerupai bentuk perahu yang terbalik atau juga dikenal sebagai lengkung persia yang dapat dijumpai pada bangunan - bangunan di kawasan Timur Tengah.
Istana Maimun menghadap ke arah Timur dan terdiri dari dua lantai serta dengan tiga bagian bangunan yaitu induk, sayap kiri dan sayap kanan. Istana ini memiliki luas secara keseluruhan kurang lebih 2.722 meter persegi dan terdiri dari 30 ruangan. Sampau saat ini, istana ini masih terawat dengan sangat baik, sehingga keindahannya masih terjaga.
Tiket masuk Istana Maimun cukup terjangkau. Hanya dengan mengeluarkan uang Rp. 5.000 saja para pengunjung bisa mengelilingi dan melihat keindahan yang dimiliki oleh istana ini. Terdapat banyak sekali peninggalan Kerajaan Deli di dalam istana ini. Selain itu, di dalam istana ini juga menyimpan singgasana raja yang tentunya tidak ternilai harganya.
Terdapat suatu hal yang menarik yang berada di sisi kanan Istana Maimun, yaitu terdapat sebuah bangunan kecil beratap ijuk yang menyimpan Meriam Puntung. Meriam tersebut konon kataya merupakan penjelmaan dari adik Putri Hijau dari Kerajaan Deli Tua yang bernama Mambang Khayali yang memiliki paras cantik nan jelita.

Meriam itu hanya salah satu dari segudang cerita yang ada di Istana Maimun. Jika ingin mengetahui lebih lanjut mengenai apa saja yang dimiliki oleh istana yang indah ini, maka jangan lupa menyempatkan waktu liburanmu untuk berkunjung ke sana.

Selasa, 14 Februari 2017

Pura Tanah Lot yang Terkenal

Salah satu objek wisata terkenal di Pulau Bali yang wajib dikunjungi adalah Pura Tanah Lot. Dapat dibilang, tempat wisata tersebut merupakan ikon pariwisata dari pulau Dewata. Tempat wisata tersebut tidak pernah sepi dari wisatawan, bahkan setiap harinya selalu dibanjiri oleh para wisatawan, entah itu dari wisatawan lokal maupun mancanegara.
Pura Tanah Lot terletak di Jalan Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan yaitu sekitar 13 kilometer ke arah barat dari Kota Tabanan. Jika dari Bandara Internasional Ngurah Rai, membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam 20 menit untuk menuju tempat wisata terkenal di Bali tersebut.
Di Pura Tanah Lot wisatawan biasanya melakukan kegiatan seperti foto - foto, jalan - jalan mengelilingi sekitar area tersebut, ataupun sekedar menikmati keindahan laut dan suara deburan ombak. Terkadang pula ada beberapa wisatawan yang bersantai sambil menikmati jagung rebus untuk menunggu keindahaan matahari terbenam di sini.
Pura Tanah Lot didirikan di dua tempat yang berbeda. Satu pura berada di atas sebuah bongkahan batu besar dan yang lainnya berada di atas tebing yang menjorok ke laut, sangat mirip dengan Pura Uluwatu. Pura yang terletak di bongkahan tersebut hanya bisa diakses ketika air laut sedang pasang dengan melewati sebuah jembatan yang berupa tebing melengkung.

Pura Tanah Lot ini merupakan salah satu bagian dari Pura Kahyangan Jagat di Bali dan merupakan salah satu pura untuk memuja dewa penjaga laut. Pada saat air laut pasang, pura ini akan dikeliling oleh air laut. Tepat di sebelah selatan dari pura ini terdapat goa kecil yang di dalamnya terdapat beberapa ular laut yang jinak.
Ular laut tersebut merupakan jelmaan dari selendang pendiri pura, yaitu seorang Brahmana dari Jawa yang mengembara ke Pulau Bali. Brahmana tersebut bernama Dang Yang Nirartha. Ciri - ciri dari ular laut tersebut adalah memiliki ekor pipih seperti ikan, dan memiliki warna belang hitam kuning. Menurut masyarakat lokal, ular suci tersebut merupakan ular yang ditugaskan sebagai penjaga pura.
Di Tanah Lot para wisatawan tidak akan bingung untuk mencari tempat penginapan, karena di sepanjang jalan menuju tempat ini banyak sekali penginapan yang siap melayani. Mulai dari yang sederhana hingga yang berbintang. Objek wisata terkenal di Bali ini paling ramai dikunjungi ketika sore hari, yaitu menjelang matahari terbenam, karena keindahan yang ditawarkan sungguh menggoda.
Untuk menuju ke Pura Tanah Lot, para wisatawan juga harus melewati sebuah pasar yang menjual beragam barang kerajinan khas Bali, mulai dari aksesoris, kain pantai, patung, lukisan dan pernak - pernik. Nama dari pasar tersebut adalah Pasar Seni Sukawati Bali. Hampi semua barang yang dijual di pasar ini memiliki harga yang ramah di kantong. Selain itu juga, di sini juga terdapat pedagang makanan dan minuman, serta kamar kecil.

Harga tiket masuk Pura Tanah Lot untuk dewasa adalah Rp. 20.000, anak - anak Rp. 15.000, parkir roda dua Rp. 2.000, parkir roda empat Rp. 5.000 dan parkir bus Rp. 10.000.

Senin, 13 Februari 2017

Wisata Candi Prambanan yang Populer


Indonesia memiliki keindahan alam yang sudah terkenal di dunia. Salah satu keindahan alam yang dimilikinya adalah Candi Prambanan. Candi tersebut merupakan candi Hindu terbesar yang dimiliki oleh Indonesia, bahkan candi itu juga merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Candi ini juga biasa disebut dengan Candi Roro Jongrang.
Candi Prambanan terletak di Desa Prambanan. Secara administratif, candi ini terbagi menjadi dua wilayah yaitu di Kabupaten Selman Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Candi Prambanan merupakan candri yang didirikan sekitar tahun 850 masehi oleh Wangsa Sanjaya. Kemudian pada tahun 1991, UNESCO menetapkan candi ini sebagai cagar budaya dunia yang harus dilindungi. Candi ini memiliki ketinggian 5 meter jauh lebih tinggi dari Candi Borobudur atau 47 meter.
Terdapat legenda mengapa Candi Prambanan disebut juga dengan Candi Roro Jongrang. Legenda tersebut menceritakan seorang pangeran yang bernama Bandung Bondowoso yang jatuh cinta kepada seorang putri yang memiliki nama Roro Jongrang. Namun, sang putri tidak mencintai sang pangeran, karena tidak kuasa menolak cinta sang pangeran maka sang putri mengajukan sebuah syarat yang harus dipenuhi oleh sang pangeran sebelum meminangnya.
Adapun isi dari syarat tersebut adalah mengharuskan Bandung Bondowoso untuk membuat candi dengan jumlah 1000 arca dengan waktu hanya semalam. Permintaan tersebut disanggupi oleh sang pangeran dan semuanya hampir terpenuhi dalam waktu semalam. Tetapi, sang putri memiliki ide untuk menggagalkan upaya sang pangeran dengan cara meminta pertolongan warga desa untuk menumbuk padi dan memancing ayam jantan agar berkokok, demikianlah siasat sang putri agar menandakan hari sudah pagi. Akan tetapi, sang pangeran mengetahui jika ia dicurangi dan pada waktu itu dia juga menyelesaikan sebanyak 999 candi, untuk menggenapinya, sang pangeran mengutuk Roro Jongrang menjadi arca yang ke 1000.
Untuk menuju ke Candi Prambanan sangat mudah, karena tertelak di tepi jalan raya Yogyakarta - Solo. Jika pengunjung dari kota Yogyakarta, maka hanya dengan menaiki Bus Tranjogja dengan biaya Rp. 4.000 saja pengunjung sudah dapat tiba di tempat wisata yogyakarta yang terkenal tersebut, ataupun juga bisa menggunakn angkutan umum yang lain. Sedangkan jika dari Solo hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp. 3.000.
Harga tiket masuk Candi Prambanan terbagi atas dua macam, yaitu untuk wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara. Untuk wisatawan lokal cukup membayar dengan harga Rp. 8.000 dan untuk wisatawan asing 10 USD atau setara dengan Rp. 130.000.

Terdapat banyak sekali fasilitas yang ada di sekitar Candi Prambanan. Adapun fasilitas tersebut seperti tempat penginapan, rumah makan, toko - toko souvenir dan masih banyak yang lainnya. Selain itu, tempat wisata ini juga menyediakan pemandu wisata agar wisatawan lebih mudah mengetahui semua pengetahuan mengenai candi ini.

Sabtu, 11 Februari 2017

Bermain di Dunia Fantasi Ancol (DUFAN)


Jakarta adalah kota yang padat akan penduduk dan merupakan salah satu kota tersibuk di Indonesia. Memang itu bukan hal yang terlihat aneh karena kota tersebut merupakan Ibukota Indonesia. Tentunya, masyarkat yang tinggal di ibukota akan memiliki tingkat stress yang jauh lebih tinggi daripada di daerah lain. Oleh karena itu, ketika waktu liburan tiba atau akhir pekan tiba maka banyak dari warga ibukota yang berbondong - bondong menuju ke tempat wisata untuk meredakan stress ataupun kepenatan. Biasanya warga ibukota lebih banyak berlibur ke Puncak. Padahal di ibukota yang terdapat tempat wisata yang juga bisa dijadikan sebagai tujuan wisata. Tempat wisata tersebut adalah Dunia Fantasi atau DUFAN Ancol.
DUFAN memang sangat terkenal sebagai salah satu tempat bermain yang memiliki beragam wahana permainan. Terdapat puluhan wahana permainan yang dimiliki oleh tempat bermain ini. Dari wahana yang menghibur pengunjung hingga yang memacu adrenalin. Untuk masuk ke tempat wisata permainan ini pengunjung harus membeli tiket masuk, tetapi terdapat tiga pilihan tiket masuk yang berbeda. Adapun ketiga tiket masuk tersebut adalah premium, fast track, tiket reguler dan annual pass.
Macam - Macam Tiket Masuk DUFAN
Untuk tiket masuk premium, pengunjung harus menebusnya seharga Rp. 450.000. Tiket premium ini memberikan akses ke Premium Lounge dan Fast Track di 12 wahana favorit.
Untuk tiket masuk fast track, pengunjung harus menebusnya seharga Rp. 200.000. Tiket ini memberikan tambahan akses ke 6 dari 12 wahana favorit dari tiket reguler dan hanya bisa dibeli di tempat. Dan untuk tiket reguler dan annual pass cukup ditebus dengan harga Rp. 290.000.
Wahana Permainan di DUFAN
Terdapat banyak sekali wahana yang dimiliki Dunia Fantasi Ancol, tetapi terdapat wahana yang sangat wajib untuk dicoba, karena dapat memacu adrenali dan tentunya sangat seru. Berikut ini adalah beberapa wahan tersebut.
1. Wahana Kora - Kora DUFAN
Wahana permainan ini juga sering disebut sebagai wahana perahu ayun. Wahana ini memiliki bentuk seperti perahu yang cukup besar. Wahana ini akan membuat pengunjung merasakan bagaimana rasanya diayunkan ke depan dan ke belakang dengan kencang.

2. Wahana Hysteria DUFAN
Banyak orang yang mengeluarkan isi perutnya ketika menaiki wahana yang satu ini. Bagaimana tidak, wahana ini akan membuat pengunjung merasakan rasanya dilemparkan ke atas dalam waktu satu per sekian detik dan dihempaskan juga dalam waktu yang sangat singkat. Hal tersebut akan terus dilakukan secara berulang - ulang hingga beberapa waktu.

3. Wahana Tornado DUFAN

Jika kamu ingin merasakan posisi duduk secara terbalik dan diputar - putar, maka wahana ini sangat wajib untuk dinaiki. Wahana ini juga berhasil membuat beberapa orang pingsan dan muntah.

Jumat, 10 Februari 2017

Mari Berkunjung ke Istana Air Taman Sari Yogyakarta


Yogyakarta memang terkenal sebagai kabupaten yang terkenal akan pariwisatanya. Oleh karena itu, tidak heran apabilan kabupaten ini sering dijadikan sebagai tujuan wisata yang paling diminati di Indonesia. Banyak sekali tujuan wisata yang dimiliki oleh kabupaten ini seperti wisata alam, wisata sejarah dan wisata kuliner.
Untuk wisata sejarah, Yogyakarta memiliki beragam tempat wisata sejara yang menarik, seperti Candi Borobudur. Namun ternyata terdapat tempat wisata sejarah lain yang bisa dibilang cukup menarik untuk dikunjungi, yaitu Istana Air Taman Sari Yogyakarta. Tempat wisata tersebut terletak di Jalan Taman. Lokasi dari tempat wisata tersebut sangat dekat dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Jika dari alun - alun utara Keraton, tempat wisata tersebut dapat ditempuh dengan berjalan kaki dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit.
Pada zaman dahulu, Istana Air Taman Sari Yogyakarta ini merupakan tempat rekreasi bagi keluarga kerajaan yang sekaligus difungsikan sebagai benteng pertahanan. Istana tersebut dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahaun 1758-1765. Sekarang istana tersebut tentunya sudah beralih fungsi dan menjadi salah cagar budaya yang terkenal sebagai tempat wisata di Yogyakarta.
Pada awalanya, Istana Air Taman Sari Yogyakarta memiliki luas sekitar 10 hektar. Istana ini memiliki 57 bangunan yang tediri dari danau buatan, pulau buatan, jembatan gantung, kolam pemandian, taman, lorong bawah tanah, kanal air dan juga beberapa gedung yang memiliki arsitektur Cina, Jawa, Eropa, Buddha, Hindu danIslam. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu luas dari istana ini berkurang drastis karena terdapat beberapa kompleks yang dialih fungsikan untuk pemukiman penduduuk.
Pembangunan Istana Air Taman Sari Yogyakarta ini dibiayai oleh Tumenggung Prawirosentiko yaitu seorang Bupati Madiun dan juga dibantu oleh arsitek asal Portugis yang bernama Demang Tegis.
Istana Air Taman Sari Yogyakarta memiliki empat kompleks. Adapaun keempat kompleks tersebut adalah danau buatan yang terletak di sebelah Barat, pasarean Ledok Sari dan Kolam Garijawati yang terletak di sebelah Selatan Umbul Binangung, pemandian Umbul Binangun yang terletak di sebelah Selatan danau buatan, dan pada bagian Timur yang memanjang dari Pemandian Umbul Binangun hingga Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati adalah danau dengan pulau buatan dan jembatan gantung serta kanal. Dari keempat kompleks tersebut, yang masih utuh adalah Pemandian Umbul, sedangkan sisanya sudah menjadi perkampungan penduduk.
Untuk memasuki Istana Air Taman Sari Yogyakarta wisatawan harus membeli tiket masuk sebesar Rp. 3.000 dan Rp. 7.000 untuk wisatawan asing. Biasanya di pintu masuk, terdapat beberapa orang yang menawarkan jasa sebagai pemandu. Untuk biaya pemandu tersebut sekitar Rp. 25.000. Tempat wisata ini mulai buka pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.

Kamis, 09 Februari 2017

Mari Berkunjung ke Taman Safari dan Bahari Bali


Bali merupakan sebuah tempat yang memiliki beragam tempat wisata alam yang luar biasa indah dan sangat menarik. Namun, salah satu pulau yang juga bagian dari Indonesia ini ternyata juga memiliki tempat konservasi hewan berupa taman safari yang dikelola dengan cukup baik. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan banyakanya wisatawan yang berkunjung, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Nama taman safari tersebut adalah Bali Safari and Marine Park.
Bali Safari and Marine Park terletak di kawasan yang memiliki luas kurang lebih 40 hektar. Di sini terdapat sekitar 400 hewan dengan spesies sebanyak 60 spesies. Di sini para wisatawan dibebaskan untuk berpetualang layaknya di alam bebas karena semua hewan disini memang bebas berkeliaran layaknya di alam liar. Akan tetapi, selama berkeliling wisatawan tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan pribadi, melainkan menaiki kendaran yang sudah didesain khusus untuk kenyamanan pengunjung. Dengan demikian membuat para wisatawan seakan sedang berkeliling dunia untuk melihat satwa - satwa. Tidak hanya bisa melihat satwa dari dekat, di sini para wisatawan juga diberi pengetahuan mengenai satwa - satwa yang ada. Liburan yang bermanfaat bukan?
Di taman safari Bali ini terdapat sebuah tempat yang bernama Kampung Gajah. Area khusus tersebut menyajikan beberapa tempat dan aktivitas yaitu pertunjukan gajah, kandang gajah, museum gajah, souvenir berbentuk gajah, warung gajah, dan bahkan di sini para wisatawan bisa menunggangi gajah.
Tidak hanya area tersebut saja, Taman Safari dan Bahari Bali juga memiliki tempat pengolahan kotoran hewan, terutama kotoran gajah yang dicampur dengan sampah kertas dan dijadikan kertas daur ulang. Kertas dari proses tersebut digunakan untuk keperluan internal, seperti untuk pemberian label pada harga souvenir.
Pada pukul 11.20 WITA, setiap harinya terdapat aktivitas gajah mandi dan pada saat ini pengunjung dapat berinteraksi secara langsung dengan satwa - satwa besar tersebut. Lokasi dari kegiatan tersebut berada di Taman Ganesha. Di sini para pengunjung dibebaskan untuk mengambil gambar gajah yang sedang bermain air dan juga pengunjung bisa melihat replika relief gajah yang ada di Gunung Kawi.

Tidak hanya satwa darat saja, Taman Safari dan Bahari Bali juga memiliki satwa air dengan 40 spesies ikan air tawar. Semua satwa air tersebut dapat dilihat di sebuah akuarium air tawar berukuran raksasa. Di sini para pengunjung juga bisa melihat ikan arwana super red yang terkenal sangat mahal yang berasal dari Provinsi Kalimantan. Pada pukul 10.30 dan 16.00 para pengunjung dapat menyaksikan ikan piranha yang sedang diberi makan dan tentunya di sini pengunjung bisa melihat keganasan dari ikan yang berasal dari Sungai Amazon Brazil ini.