Rabu, 01 Februari 2017

Keindahan Danau Toba yang Memukau


Indonesia memiliki keindahan alam yang luar biasa. Mulai dari keindahan alam pesisir, pegunungan maupun dataran rendahnya. Salah satu keindahan alam yang dimiliki oleh negara ini dan yang sudah terdengar hingga ke dunia internasional adalah Danau Toba.
Danau Toba ini terletak di Provinsi Sumatera Utara. Danau ini termasuk danau vulkanik atau danau yang terbentuk karena letusan gunung berapi. Selain itu, danau ini juga merupakan danau terindah yang dimiliki oleh Indonesia. Danau ini memiliki luas hingga mencapai 1.143 kilometer persegi. Danau ini juga berlokasi di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Perlu kamu ketahui, dengan luasnya tersebut membuat danau ini menjadi danau terluas di Asia Tenggara dan untuk peringkat dunia, Danau Toba merupakan danau terdalam dengan kedalaman mencapai 450 meter.
Di bagian tengah Danau Toba terdapat sebuah pulau yang memiliki nama Pulau Samosir. Di Pulau Samosir juga terdapat dua danau kecil yaitu Danau Aek Natonang dan Danau Sidihoni. Pulau ini memiliki luas yang hampir sama dengan luas negara Singapura. Pulau ini juga dihuni oleh suku Batak Samosir. Suku tersebut sangat memegang teguh kepercayaan leluhur. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan berbagai ritual yang masih dilakukan oleh suku ini seperti nenek moyangnnya dulu.
Pulau Samosir tidak hanya memiliki dua danau saja, melainkan juga memiliki dua desa. Desa - desa tersebut adalah Desa Tomok dan Desa Tuktuk. Desa Tomok merupakan desa yang memiliki banyak sekali objek wisata yang menarik seperti Museum Batak, Maka Raja Sidabutar dan pertunjukan tari boneka Sigale - Gale. Lain halnya dengan Desa Tuktuk, di desa ini banyak terdapat tempat penginapan.
Daya tarik dari Danau Toba tidak hanya Pulau Samosir saja, melainkan juga hutan pinus yang mengelilingi danau ini. Di sekitar kawasan danau ini juga terdapat beberapa air terjun dan pemandian air hangat yang terletak di dalam hutan. Tentunya dengan keberadaan hutan tersebut akan membuat pemandangan dari danau ini menjadi lebih indah dan tentunya udara yang sejuk juga membuat para wisatawan betah berlama - lama di sini.
Bagi masyarakat Batak yang tinggal di sekitar Danau Toba, mereka tidak hanya menganggap danau in sebagai tempat wisata alam yang memiliki keindahaan yang cukup memukau saja, melainkan juga mereka mempercayai bahwa danau ini merupakan tempat bersemayamnya tujuh dewi suku Batak atau dalam bahasa Batak biasa disebut Namborru. Terdapat upacara adat ketika masyarakat akan melakukan kegiatan di sekitar danau ini, yakni mereka berdoa dan meminta izin terlebih dahulu agar acara yang dilakukan mendapat berkah dan berjalan lancar.
Di Danau Toba, para wisatawan dapat melakukan bermacan - macam kegiatan seperti memancing, berlayar ke Pulau Samosir, menikmati pemandian air hangat, mengenal sejarah Batak dan masih banyak yang lainnya.

Selasa, 31 Januari 2017

Kawah Putih, Tempat Wisata di Bandung yang Terkenal


Kawah putih merupakan tempat wisata alam di Bandung yang dapat dibilang sangat terkenal. Wisata alam ini terletak di Desa Ciwidey, Provinsi Jawa Barat. Jarak tempat ini dari Kota Bandung kurang lebih 50 km ke arah Selatan. Kawah ini merupakan sebuah danau yang terbentuk akibat dampat dari letusan Gunung Patuha. Sesuai dengan namanya, tanah yang ada di kawasan ini memang memiliki warna putih karena terdapat pencampuran unsur belerang. Selain itu, air danau di kawasan ini juga memiliki watna putih kehijauan dan dapat berubah warna sesuai dengan suhu, cuaca, dan kadar belerang yang terkandung.
Kawah Putih ini berada di kawasan pegunungan yang memiliki ketinggian lebih dari 2.400 meter di atas permukaan laut. Dengan ketinggia tersebut, tentunya membuat suhu di sekitar area kawah putih menjadi cukup dingin, yakni antara 8 derajat hingga 22 derajat celcius. Oleh karena itu, jika kamu berkunjung ke tempat wisata alam di Bandung ini, jangan lupa untuk mengenakan pakaian tebal dan hangat dan juga ditambah dengan jaket parasut atau jaket yang berbahan di dapat ditembus oleh udara.
Kawah Putih ini tidak hanya untuk dinikmati keindahan alamnya saja, melainkan juga sering dijadikan sebaga lokasi pengambilan film, objek foto, objek melukis, foto prewedding, mendaki dan juga bisa digunakan untuk kegiatan berkuda.
Untuk mencapai Kawah Putih sangat mudah untuk dilakukan apabila menggunakan kendaraan pribadi. Lokasi dari kawah ini juga tidak jauh dari Situ Patenggang. Namun lokasi kawah ini juga dapat dijangkau dengan kendaraan umum yakni dengan naik angkot dari Terminal Leuwi Panjang yang menuju ke Terminal Ciwidey. Setelah sampai di terminal Ciwidey, maka lanjutkan perjalanan dengan menaiki angkot untuk menuju ke Situ Patenggang dan turu di depan pintu masuk Kawah Putih.
Kawah Putih sudah cukup lama terkenal sehingga fasilitas yang dimiliki tempat wisata alam di Bandung ini juga dapat dibilang cukup lengkap. Adapun fasilitas tersebut antara lain area parkir yang luas, mushola, pusat informasi, warung makan, restoran, transportasi dari pintu masuk hingga ke lokasi kawah dan kamar mandi.
Untuk harga tiket masuk Kawah Putih pada hari biasa dan libur dikenakan tarif yang sama yaitu Rp. 15.000 per orang. Namun untuk tarif kendaraan berbeda - beda. Adapun tarif kendaran tersebut adalah untuk mobil yang parkir di atas dikenakan tarif Rp. 150.000, untuk motor Rp. 35.000. Untuk mobil yang parkir dibawah dikenakan tarif Rp. 6.000, motor Rp. 5.000, bus Rp. 25.000 dan untuk ontang - anting Rp. 13.000.
Parkir atas merupakan tempat parkir yang berlokasi dekat dengan kawah sedangkan parkir bawah berada di pintu masuk kawah dan apabila tidak ingin capek untuk menuju ke kawah wisatawan harus naik kendaraan umum untuk menuju kawah atau kendaraan ontang - anting. Adapun arti dari ontang - anting adalah mondar - mandir.

Senin, 30 Januari 2017

Pesona Alam Situ Patenggang


Danau Patenggang atau masyarakat Bandung biasa menyebutnya dengan Situ Patenggang merupakan sebuah danau yang berada di kawasan wisata alam di Ciwidey bandung. Lokasi dari danau atau situ ini dari Kota Bandung adalah kurang lebih 47 km. Estimasi waktu perjalanan untuk menuju danau ini antara 45 menit hingga 60 menit tergantung kondisi arus lalu lintas. Dari beberapa tempat wisata di Bandung, pesona alam dari danau ini menjadi salah satu tujuan wisata yang populer. Oleh karena itu, danau ini sering dikunjungi oleh para wisatawan, baik dari wisatawan lokal hingga wisatawan asing.
Situ Patenggang berada di daerah dengan ketinggian mencapai 1.600 meter di atas permukaan laut. Danau ini memiliki panorama alam yang mempesona dan eksotik. Di danau ini terdapat sebuah kebuh teh hijau yang sangat menyegarkan mata. Semilir udara sejuk khas pegunungan dan sedikit hangatnya sinar matahari membuat rasa nyaman yang tiada duannya. Dengan keadaan yang demikian itu, membuat para wisatawan betah berlama - lama untuk berada di danau ini.
Pada awalnya, Situ Patenggang merupakan kawasan cagar alam. Namun sejak tahun 1981, danau yang memilki luas 45.000 hektar ini resmi dibuka menjadi sebuah tempat wisata alam yang saat ini sudah sangat terkenal.
Tentunya, setiap tempat wisata mengenakan tarif atau tiket masuk. Untuk masuk ke kawasan wisata Situ Patenggang, para wisatawan harus merogoh kocek sebesar Rp. 15.000 per orang dan ini belum termasuk biaya parkir kendaraan. Bagi wisatawan yang membawa motor maka harus membayar biaya parkir sebesar Rp. 3.500, untuk mobil sebesar Rp. 11.000 dan untuk bus sebesar Rp. 22.000.
Karena Situ Patenggang telah menjadi tempat wisata alam di Bandung yang dapat dibilang cukup lama, maka tidak mengherankan apabila fasilitas dan infrastruktur di sini sudah tertata dengan cukup baik dan lengkap. Adapun fasilitas yang ada seperti mushola, lahan parkir yang luas, gazebo, rumah makan, penginapan, penyewaan perahu, sepeda air, toko buah, kamar mandi dan juga toko souvenir.
Untuk menuju ke Situ Patenggang dapat dikatakan cukup mudah, karena kondisi jalanan yang sudah beraspal. Lokasi wisata alam Bandung ini dapat dijangkau menggunakan kendaraan umum dan pribadi. Apabila menggunakan kendaraan umum maka dapat dilakukan dengan naik angkot dengan jurusan Ciwidey. Setibanya di Terminal Ciwidey, lanjutkan perjalanan dengan naik angkot yang menuju ke Situ Patenggan. Rute tersebut juga dapat dilalui oleh kendaraan pribadi.
Ketika melakukan perjalanan menuju ke Situ Patenggang, maka dijamin kamu tidak akan bosan, karena disepanjang perjalanan kamu akan disuguhi dengan pemandangan kebun teh hijau dan juga hutan. Selain itu, terdapat pula kebun strawberry yang dibuka untuk umum yang tidak hanya dilihat melainkan kamu juga bisa memetik buahnya.

Sabtu, 28 Januari 2017

Ranu Kumbolo, Keindahan di Kaki Gunung Semeru


Ranu Kumbolo merupakan sebuah danau air tawar yang terletak di Kabupaten Lumajang , Provinsi Jawa Timur. Danau yang memiliki luas sekitar 15 hektar ini berada di kaki Gunung Semeru.
Nama Ranu Kumbolo tentunya tidak asing lagi bagi para pecinta alam dan backpacker, karena danau yang memiliki keindahan luar biasa ini merupakan tempat transit sebelum melanjutkan perjalanan untuk mendaki puncak dari Gunung Semeru, yaitu puncak tertinggi di Pulau Jawa.
Uniknya, air di danau Ranu Kumbolo seakan tidak pernah berkurang dan tempat ini tidak pernah luput dari perhatian para pendaki untuk mendirikan tenda. Selain itu, danau ini juga memiliki keunikan yang lainnya, yaitu ketika matahari mulai terbit di antara dua buah bukit hijau yang muncul secara perlahan. Pemandangan alam ini seakan menghipnotis para pendaki untuk memaksa mereka melihat keindahan alam yang ditunjukan oleh danau ini.
Apalagi ketika waktu sore menjelang, kabut mulai turun dan dipadukan dengan air danau membuat pemandangan begitu menakjubkan yang tidak bisa diucapkan dengan kata - kata. Disaat sang surya meninggalkan buritannya, para pendaki bisa secara leluasa melihat keindahan bintang yang bertaburan seperti meses warna - warni di donat yang tentunya tidak akan pernah bisa dijumpai di kota - kota besar karena silaunya cahaya lampu kota yang menyala terang menghalangi keberedaan bintang - bintang cantik tersebut.
Tepat di sebelah Ranu Kumbolo terdapat bukit yang konon apabila kita mendaki ke bukti ini dengan membayangkan orang yang kita cintai tanpa menoleh kebelakang maka kita akan bahagia bersamanya. Nama dari bukit itu adalah bukit cinta. Akan tetapi, hal tersebut tidak mudah dilakukan karena godaan pemandangan dari Ranu Kumbolo dari ketinggian benar - benar menggoda mata untuk segera menoleh kebelakang.
Terdapat beberapa hal yang harus dipersiapkan ketika ingin berkunjung ke Ranu Kumbolo yaitu pemilihan pakaian dan stamina, karena udara di danau tersebut begitu dingin dan perjalanan juga cukup untuk menguras tenaga. Pastikan menggunakan pakaian yang tebal, hangat dan jika bisa anti air agar udara dingin tidak dapat menyentuh kulit. Selain itu, sebelum melakukan pendakian, pastikan untuk melakukan olahraga agar tubuh tidak kaget sewaktu menuju ke lokasi danau ini. Selain itu, jangan lupa juga menggunakan sarung tangan, sepatu gunung, kaos kaki rangkap 2, penutup kepala, penutup telinga, sleeping bag dan tenda. Pastikan juga kamu membawa makanan cepat saji dan kompor untuk memasak makanan di sana dan jangan lupa membawa kantong plastik yang besar untuk membawa sampah kembali ke bawah. Jangan pernah membuang sampah di danau cantik ini, karena hanya manusia yang tidak bermoral saja yang melakukan hal tersebut.

Untuk menuju ke Ranu Kumbolo dapat ditempuh menggunakan kendaraan umum. Adapun rutenya adalah Terminal Probolinggo atau Lumajang - Naik bus jurusan Kencong dan turun di Klojen - naik angkot menuju Senduro dan turun di pasar Senduro - Sewa jeep untuk menuju ke Ranupani - registrasi untuk memasuki kawasan Gunung Semeru - menuju ke Ranu Kumbolo.

Jumat, 27 Januari 2017

Keindahan Danau Maninjau yang Memikat Pandangan


Provinsi Sumatera Barat memiliki keindahan yang terangkum lengkap di tanah Minang. Mulai dari pantai - pantai yang menawan, ngarai, lembah, bukit dan gunung semuanya seakan terangkai menjadi satu kesempurnaan yang sungguh mempesona. Dari sekian banyaknya keindahan alam yang dimiliki oleh provinsi ini terdapat salah satu yang paling terkenal dan ikonik dan memikat perhatian para wisatawan. Keindahan tersebut datang dari Danau Maninjau.
Danau Maninjau merupakan danau vulkanik yang berada di pusat Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Danau dengan luas sekitar 100 km persegi ini terletak di ketingian kurang 460 meter di atas permukaan laut. Danau ini memiliki kedalam rata - rata 105 meter. Dengan luas yang dimiliki danau ini membuatnya menjadi danau terluas kesebelas di Indonesia.
Danau Maninjau terbentuk karena dampak dari letusan atau erupsi dari Gunung Sitinjau yang terjadi sekitar 52.000 tahun silam. Kaldera yang terbentuk dengan luasnnya ini kemudian terisi dengan air huja sehingga menjadi sebuah danau. Jika dilihat dari proses terbentuknya danau ini, maka tidak jauh beda dengan terbentuknya Danau Toba yang berada di Provinsi Sumatera Utara dan juga Danau Batur yang berada di Pulau Bali.
Daya tarik yang dimiliki Danau Maninjau terletak pada keindahan pemandangan alamnya yang akan maksimal apabila dilihat dari kejauhan. Untuk mencapai spot yang optimal guna memaksimalkan pemandangan yang dimiliki danau ini, maka spot terbaik berada di kelok 44, yaitu sekitar kelok 23 hingga kelok 30. Disaat melihat pemandangan Danau Maninjau di spot ini kamu akan disuguhkan dengan perpaduan warna hijau, perbukitan dan tentunya danau yang seakan berkolaborasi untuk menciptakan suatu hal yang sempurna untuk dinikmati. Tidak heran apabila terdapat beberapa wisatawan yang berhenti di daerah kelok untuk melihat keindahan danau ini dai jauh.
Kelok 44 merupakan daerah perbukitan yang berada di atas Danau Maninjau. Kelok ini dinamakan demikian karena memang terdapat 44 buah kelokan dan disetiap kelok diberi nomor secara berurutan.
Akses untuk menuju danau ini terbilang cukup mudah, karena melewati jalan utama yaitu Lubuk Basung - Bukittinggi. Untuk menuju ke Danau Maninjau, terdapat dua pilihan jalur yang dapat dilalui yaitu dari arah Barat dan Timur. Jika dari arah Barat, perjalanan dimulai dari Kota Padang kemudian menuju ke Pariaman dan memakan waktu sekitar 2 jam. Jika dari arah Timur maka perjalanan dimulai dari Kota Padang melewati Bukit Tinggi, lalu dilanjutkan menuju ke Danau Maninjau melalui lintasan kelok 44 dan waktu tempuh sekitar 3 jam. Untuk waktu tempuh tersebut hanya perkiraan, bisa jadi berbeda jauh tergantung dengan kondisi arus lalu lintas. Selain itu, untuk menuju ke danau ini juga bisa menggunakan kendaraan umum.