Senin, 20 Februari 2017

Kemegahan Candi Borobudur yang Tak Lekang oleh Waktu


Candi Borobudur merupakan candi yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Tepatnya di Jalan Badrawati, Magelang. Tentunya setiap orang indonesia pasti telah mengetahui kemegahan candi ini. Candi ini disebut juga sebagai kompleks candi Buddha terbesar di Indonesia, bahkan juga menjadi candi terbesar di dunia. Candi ini pernah menjadi salah satu bagian dari 7 keajaiban dunia, namun karena sering dilakukan renovasi sehingga gelar tersebut dicabut. UNESCO menetapkan candi ini sebagai warisan dunia pada tahun 1991. Candi ini menjadi salah satu tempat wisata yang banyak menarik perhatian wisatawan baik lokal maupun asing.
Candi Borobudur ini memiliki ukuran 123 x 123 meter persegi. Candi ini memiliki 10 tingkat. Bahan penyusun dari candi ini terdiri dari balok vulkanik. Di candi ini terdapat 504 arca, 72 stupa dan sebuah stupa induk yang berukuran cukup besar yang berada di puncaknya. Keunikan dari candi terletak pada balok - balok yang tersusun tanpa menggunakan alat perekat. Oleh karena itu, dapat dibiland candi ini bagaikan tumpukan lego raksasa.
Dinding - dinding Candi Borobudur dihiasi kurang lebih 1.460 panel relief dengan panjang masing - masing panel adalah 2 meter. Setiap panel menceritakan mengenai tingkatan kehidupan dari seorang Buddhist. Relief yang berada di bagian bawah candi disebut dengan ‘Kamadathu’. Relief tersebut menceritakan mengenai perilaku buruk manusa yang dikuasai oleh nafsu dunia sehingga membuatnya masuk neraka. Kemudian relief yang berada di bagian tengah disebut dengan ‘Rapadathu’. Reilef tersebut menceritakan mengenai manusia yang telah terbebas dari nafsu dunia dan relief paling atas disebut ‘Arupadathu’ yaitu relief yang menceritakan tingkatan pencapaian paling atas yang dimana tempat para dewa tinggal.
Menurut para arkeolog, ternyata masih terdapat relief lagi yang berada di paling bawah yang saat ini masih terkubur. Nama dari relief tersebut adalah ‘Karmawibhangga’. Relief ini menceritakan mengenai tingkatan terbawah dari manusia. Relief ini menggambarakan mengenai perilaku paling buruk dari manusia yang senantiasa menuruti hawa nafsunya, seperti memperkosa, menggosip, dan membunuh. Bahkan di panel relief paling bawah ini terdapat gambar hubungan suami istri. Oleh karena itu, relief ini dibiarkan terkubur. Selain itu, upaya penguburan bagian bawah Candi Borobudur juga dilakukan agar candi tetap berdiri dengan tagak dan kokoh.
Di Candi Borobudur para wisatawan dapat melakukan berbagai kegiatan, seperti mempelajari seni sastra dan budaya, mempelajari sejarah, mempelajari jalan cerita pada relief, berfoto, berburu souvenir, menyusuri seluruh bagian candi dan berkeliling di sekitar kompleks candi.
Harga tiket masuk dari Candi Borobudur untuk orang dewasa WNI adalah Rp. 30.000 dan untuk WNA adalah 15 USD atau setara dengan Rp. 195.000. Untuk anak - anak WNI adalah Rp. 12.500 dan untuk WNA adalah 8 USD atau setara dengan Rp. 104.000.

Selasa, 14 Februari 2017

Pura Tanah Lot yang Terkenal

Salah satu objek wisata terkenal di Pulau Bali yang wajib dikunjungi adalah Pura Tanah Lot. Dapat dibilang, tempat wisata tersebut merupakan ikon pariwisata dari pulau Dewata. Tempat wisata tersebut tidak pernah sepi dari wisatawan, bahkan setiap harinya selalu dibanjiri oleh para wisatawan, entah itu dari wisatawan lokal maupun mancanegara.
Pura Tanah Lot terletak di Jalan Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan yaitu sekitar 13 kilometer ke arah barat dari Kota Tabanan. Jika dari Bandara Internasional Ngurah Rai, membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam 20 menit untuk menuju tempat wisata terkenal di Bali tersebut.
Di Pura Tanah Lot wisatawan biasanya melakukan kegiatan seperti foto - foto, jalan - jalan mengelilingi sekitar area tersebut, ataupun sekedar menikmati keindahan laut dan suara deburan ombak. Terkadang pula ada beberapa wisatawan yang bersantai sambil menikmati jagung rebus untuk menunggu keindahaan matahari terbenam di sini.
Pura Tanah Lot didirikan di dua tempat yang berbeda. Satu pura berada di atas sebuah bongkahan batu besar dan yang lainnya berada di atas tebing yang menjorok ke laut, sangat mirip dengan Pura Uluwatu. Pura yang terletak di bongkahan tersebut hanya bisa diakses ketika air laut sedang pasang dengan melewati sebuah jembatan yang berupa tebing melengkung.

Pura Tanah Lot ini merupakan salah satu bagian dari Pura Kahyangan Jagat di Bali dan merupakan salah satu pura untuk memuja dewa penjaga laut. Pada saat air laut pasang, pura ini akan dikeliling oleh air laut. Tepat di sebelah selatan dari pura ini terdapat goa kecil yang di dalamnya terdapat beberapa ular laut yang jinak.
Ular laut tersebut merupakan jelmaan dari selendang pendiri pura, yaitu seorang Brahmana dari Jawa yang mengembara ke Pulau Bali. Brahmana tersebut bernama Dang Yang Nirartha. Ciri - ciri dari ular laut tersebut adalah memiliki ekor pipih seperti ikan, dan memiliki warna belang hitam kuning. Menurut masyarakat lokal, ular suci tersebut merupakan ular yang ditugaskan sebagai penjaga pura.
Di Tanah Lot para wisatawan tidak akan bingung untuk mencari tempat penginapan, karena di sepanjang jalan menuju tempat ini banyak sekali penginapan yang siap melayani. Mulai dari yang sederhana hingga yang berbintang. Objek wisata terkenal di Bali ini paling ramai dikunjungi ketika sore hari, yaitu menjelang matahari terbenam, karena keindahan yang ditawarkan sungguh menggoda.
Untuk menuju ke Pura Tanah Lot, para wisatawan juga harus melewati sebuah pasar yang menjual beragam barang kerajinan khas Bali, mulai dari aksesoris, kain pantai, patung, lukisan dan pernak - pernik. Nama dari pasar tersebut adalah Pasar Seni Sukawati Bali. Hampi semua barang yang dijual di pasar ini memiliki harga yang ramah di kantong. Selain itu juga, di sini juga terdapat pedagang makanan dan minuman, serta kamar kecil.

Harga tiket masuk Pura Tanah Lot untuk dewasa adalah Rp. 20.000, anak - anak Rp. 15.000, parkir roda dua Rp. 2.000, parkir roda empat Rp. 5.000 dan parkir bus Rp. 10.000.

Senin, 13 Februari 2017

Wisata Candi Prambanan yang Populer


Indonesia memiliki keindahan alam yang sudah terkenal di dunia. Salah satu keindahan alam yang dimilikinya adalah Candi Prambanan. Candi tersebut merupakan candi Hindu terbesar yang dimiliki oleh Indonesia, bahkan candi itu juga merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Candi ini juga biasa disebut dengan Candi Roro Jongrang.
Candi Prambanan terletak di Desa Prambanan. Secara administratif, candi ini terbagi menjadi dua wilayah yaitu di Kabupaten Selman Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Candi Prambanan merupakan candri yang didirikan sekitar tahun 850 masehi oleh Wangsa Sanjaya. Kemudian pada tahun 1991, UNESCO menetapkan candi ini sebagai cagar budaya dunia yang harus dilindungi. Candi ini memiliki ketinggian 5 meter jauh lebih tinggi dari Candi Borobudur atau 47 meter.
Terdapat legenda mengapa Candi Prambanan disebut juga dengan Candi Roro Jongrang. Legenda tersebut menceritakan seorang pangeran yang bernama Bandung Bondowoso yang jatuh cinta kepada seorang putri yang memiliki nama Roro Jongrang. Namun, sang putri tidak mencintai sang pangeran, karena tidak kuasa menolak cinta sang pangeran maka sang putri mengajukan sebuah syarat yang harus dipenuhi oleh sang pangeran sebelum meminangnya.
Adapun isi dari syarat tersebut adalah mengharuskan Bandung Bondowoso untuk membuat candi dengan jumlah 1000 arca dengan waktu hanya semalam. Permintaan tersebut disanggupi oleh sang pangeran dan semuanya hampir terpenuhi dalam waktu semalam. Tetapi, sang putri memiliki ide untuk menggagalkan upaya sang pangeran dengan cara meminta pertolongan warga desa untuk menumbuk padi dan memancing ayam jantan agar berkokok, demikianlah siasat sang putri agar menandakan hari sudah pagi. Akan tetapi, sang pangeran mengetahui jika ia dicurangi dan pada waktu itu dia juga menyelesaikan sebanyak 999 candi, untuk menggenapinya, sang pangeran mengutuk Roro Jongrang menjadi arca yang ke 1000.
Untuk menuju ke Candi Prambanan sangat mudah, karena tertelak di tepi jalan raya Yogyakarta - Solo. Jika pengunjung dari kota Yogyakarta, maka hanya dengan menaiki Bus Tranjogja dengan biaya Rp. 4.000 saja pengunjung sudah dapat tiba di tempat wisata yogyakarta yang terkenal tersebut, ataupun juga bisa menggunakn angkutan umum yang lain. Sedangkan jika dari Solo hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp. 3.000.
Harga tiket masuk Candi Prambanan terbagi atas dua macam, yaitu untuk wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara. Untuk wisatawan lokal cukup membayar dengan harga Rp. 8.000 dan untuk wisatawan asing 10 USD atau setara dengan Rp. 130.000.

Terdapat banyak sekali fasilitas yang ada di sekitar Candi Prambanan. Adapun fasilitas tersebut seperti tempat penginapan, rumah makan, toko - toko souvenir dan masih banyak yang lainnya. Selain itu, tempat wisata ini juga menyediakan pemandu wisata agar wisatawan lebih mudah mengetahui semua pengetahuan mengenai candi ini.